Banyaknya kecurangan di dalam Pemilu tahun 2009 ini merupakan sebuah ironi yang sangat perlu perhatian untuk semua pihak baik oleh Negara maupun oleh warga Negara. Memang sungguh sesuatu yang sangat mengejutkan bahwa Pemilu Tahun ini dijumpai banyak kecurangan di beberapa daerah Pemilu yang terbawa hingga permukaan hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pemberitaan mengenai kecurangan Pemilu di beberapa media massa. Memang adanya kesadaran dari Partai Politik serta Masyarakat akan arti Pemilu yang jujur juga merupakan salah satu faktor pendukung tumbuhnya kesadaran untuk melaporkan adanya tindak kecurangan dalam Pemilu pada tahun suatu hal yang cukup positif menurut saya. Menurut pandangan saya pola pikir masyarakat akan Pemilu untuk memilih calon wakil rakyat yang memihak rakyat semakin baik hal ini tampak dengan adanya beberapa kecurangan Pemilu yang perlahan mulai tampak ke permukaan meskipun masih ada beberapa hal yang mencoreng pola pikir tersebut yaitu dengan meningkatnya jumlah angka Golput pada saat Pemilu Calon Legislatif tanggal 9 April kemarin bukan hanya dikarenakan Pemilih yang tidak terdaftar tetapi juga karena adanya pemilih yang enggan menggunakan hak pilihnya.
Bahkan ada di suatu kota dimana pemilih dijemput oleh seorang Hansip agar mau menggunakan hak pilihnya sebuah inisiatif yang patut dicontoh menurut saya. Permasalahan Pemilu tidak hanya berkutat pada meningkatnya Golput tetapi juga pada kecurangan Pemilu yang menurut saya kecurangan tersebut sebenarnya adalah buah dari ketidaksiapan dari Para Calon Legislatif untuk kalah Pemilu hal ini juga dibuktikan dengan banyaknya pemberitaan mengenai Caleg yang Stress karena kalah dalam Pemilu serta adanya perbuatan yang kurang menyenangkan dari beberapa simpatisan seorang Caleg. Menurut saya jika saja para Caleg itu tidak hanya siap untuk Menang tetapi juga siap untuk Kalah maka kecurangan dalam Pemilu bisa saja dikurangi.

Comments :
0 comments to “Kecurangan Dalam Pemilu Buah Dari Ketidaksiapan Untuk Kalah”
Post a Comment